Team News

Perjalanan Merpati Bali di Srikandi Cup 20172018

Perjalanan Merpati Bali di Srikandi Cup 20172018

Mengarungi musim perdana Srikandi Cup 2017/2018 banyak sekali hambatan yang harus dilalui oleh tim Merpati Bali. Dimulai dari masalah cedera pemain di awal musim, salah satu penembak jitu kami Paulin Clara Ananta  masih berkutat dengan cedera lututnya yang tidak kunjung sembuh dengan proses fisioterapi, akhirnya jalan operasipun ditempuh di bulan April 2018.        

            Kemudian di seri 1 Srikandi Cup yang digelar di Makassar tim merpati Bali terpaksa bermain tanpa kehadiran 2 pemain jangkar yaitu Ayu Sriartha dan Agustin Gradita yg harus membela Tim Nasional 3x3 di tes event Asian Games di Jakarta. Namun hal ini sesuai dengan prioritas kami yaitu membela kepentingan Negara adalah hal yang utama, sehingga dibalik kelemahan ini Merpati Bali merasa bangga karena 2 pemain kami terpanggil dan membawa Indonesia mendapatkan medali emas dalam event itu. Di Semifinal seri1 otomatis kami bermain dengan point guard Lamia Rasidi yang masih beradaptasi dengan tim dan kerasnya permainan di Srikandi Cup, karena mia terhitung 2 tahun sudah vacuum dalam dunia bola basket. Sedangkan point guard kami lainnya yaitu Millania Angela masih tergolong muda dengan umur 18 tahun. Anti klimaks terjadi di final Srikandi Cup seri 1, lamia mengalami cedera kepala di semifinal sehingga di final merpati Bali sering bermain tanpa pengatur serangan murni.

            Badai cedera tak kunjung pergi, dalam masa persiapan menuju seri 2 di kota Surabaya, point guard utama  sekaligus kapten tim Merpati Bali mengalami cedera Lutut (ACL Tear) sehingga harus naik meja operasi. Kemudian di pertandingan pertama kami di seri 2 Surabaya Dw Ayu made Sriartha mengalami cedera retak tulang jari di tangan kanannya, tapi kami bersyukur bisa finish di posisi kedua seri kedua.

            Pada seri ketiga di Jakarta kami bersyukur para pemain bebas dari cedera dari awal sampai final. Di seri ketiga ini rookie kami yang bernama Natalia Vivi yang masih duduk di bangku sma kelas 2 pertama kali bermain di kompetisi Srikandi Cup, selama seri 3 ini Nataila Vivi berhasil menampilkan permainan yang baik  dengan catatan statistik 10 pts 5 steal dan 15 rebound. Diseri ini Merpati Bali meraih posisi runner up lagi.

            Sampailah di babak playoff dimana merpati Bali juga berhasil menembus babak Grand Final, di playoff ini Merpati Bali menurunkan seorang rookienya kembali yaitu Tricia Mary Aoijs, di game pertamanya melawan tuan rumah GMC, Tricia merupakan salah satu kunci kemenangan dengan mencatatkan 12 points dan 7 rebound. Di final kami kembali berhadapan dengan Surabaya Fever, dan harus mengakui bahwa Surabaya Fever dengan materi pemain yang lebih matang dan dihuni oleh sebagian besar pemain timnas Indonesia. Namun Tim Merpati Bali sempat merepotkan lawannya di quarter kedua sehingga di akhir quarter kedua pertandingan berakhir dengan skor 29-25 sementara merpati Bali memimpin, namun Tuhan belum memberikan kemenangan buat kami, merpati Bali takluk dengan skor 47-61. Satu hal yang membuat penulis merasa bangga yaitu anak-anak sudah belajar bekerjasama dan berkomunikasidi dalam maupun luar lapangan dengan lebih baik layaknya sebuah keluarga.

 

Komentar